Posts

Rujak, Pantai, dan Angin Sepoi-Sepoi: Pantai Natsepa-Ambon!

Ambon jadi salah satu kota di Indonesia bagian timur yang paling seru buat jalan-jalan. Spot wisata yang bisa dijelajahi pun sangat bervariasi dari wisata pantai, kuliner, sejarah, landmark, dll. Salah satu yang menarik perhatian dan tidak terlalu jauh dari pusat kota Ambon adalah Pantai Natsepa

Picture12
Kantor Gubernur Maluku – Pantai Natsepa

Perjalanan sekitar 30 – 40 menit dari pusat kota, Pantai Natsepa menawarkan suasana yang tidak akan terlupakan. Bersantai di warung tepi jalan sambil merasakan angin sepoi-sepoi ditemani pemandangan lautan toska adalah sajian unggulan dari pantai ini. Dan yang paling penting adalah RUJAK. Rujak di pantai ini cukup terkenal karena rasanya yang cukup melegenda.

Kira-kira seperti ini tampilan dari rujak yang ada di Pantai Natsepa. Kalau kata orang, belum ke Ambon kalau belum menyantap rujak ini. Selain karena rasanya yang seger banget, suasananya sih bikin ga mau pulang ke rumah hehe

rujak-natsepa-jajanan-khas-ambon-yang-patut-dicoba-aqcXL9pkSL
Rujak di Natsepa (https://lifestyle.okezone.com/read/2017/12/07/298/1826477/rujak-natsepa-jajanan-khas-ambon-yang-patut-dicoba)

Pemodelan Potensi Perkembangan Lahan Terbangun Menggunakan Analisis Regresi Logistik Biner di Quezon City, Metro Manila, Filipina

Model regresi logistik merupakan model yang sering digunakan untuk mengasosiasikan perkembangan kota dengan faktor pendorong berupa demografi, ekonometrik, dan biofisik. Dalam analisis raster GIS, nilai biner terdapat… Read more “Pemodelan Potensi Perkembangan Lahan Terbangun Menggunakan Analisis Regresi Logistik Biner di Quezon City, Metro Manila, Filipina”

Pemodelan Spasial dalam Penentuan Lahan Kritis di Kabupaten Sleman menggunakan Sistem Informasi Geografi

Pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam analisis GIS. Pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang ini menggunakan skor dalam tiap parameternya sehingga parameter yang… Read more “Pemodelan Spasial dalam Penentuan Lahan Kritis di Kabupaten Sleman menggunakan Sistem Informasi Geografi”