Prediksi Spasial Perkembangan Lahan Terbangun Kota Magelang Dan Kabupaten Magelang

PENDAHULUAN

Kota merupakan kawasan dengan jumlah penduduk yang relatif tinggi, umumnya bersifat non agraris, pusat kegiatan, dan pusat pelayanan serta fasilitas (Yunus, 2010). Hal ini menyebabkan banyak kelompok-kelompok orang dalam jumlah tertentu cenderung ingin tinggal di perkotaan. Kegiatan di perkotaan yang beragam menjadi salah satu alasan meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan.

Tahun 2007, bumi telah menjadi planet dengan dominasi kawasan perkotaan. Geografi menjadi ilmu yang sangat berpengaruh dalam mempelajari perkotaan yang mencakup geografi lingkungan, geografi ekonomi, geografi politik, dan geografi budaya (Brunn, Hays-Mitchell, & Zeigler, 2012). Dalam pencapaian Sustainable Development Goals, monitoring dalam perkembangan lahan perkotaan menjadi sangat penting untuk menilai kesesuaian lahan perkotaan dan dinamika perkembangannya melalui ilmu geografi. Salah satu alat yang dapat digunakan dalam analisis perkembangan lahan perkotaan dan wilayah adalah melalui penginderaan jauh.

Kota Magelang merupakan salah satu kota yang sangat strategis karena kota ini dilewati oleh jalan utama Semarang-Yogyakarta. Kota Magelang ini berada di dalam Kabupaten Magelang. Perkembangan Kota Magelang sebagai dampak dari lokasinya yang strategis memberikan pengaruh yang sama ke Kabupaten Magelang. Perkembangan wilayah akibat bertambahnya aktivitas di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang sebagai penghubung Semarang dan Yogyakarta menyebabkan banyaknya  perubahan penggunaan lahan. Alih fungsi lahan ini merupakan suatu kewajaran karena tekanan penduduk dan kebutuhan ekonomi yang mendesak.

Penginderaan jauh memiliki empat konsep resolusi yakni resolusi spasial, resolusi temporal, resolusi radiometrik, dan resolusi spektral. Resolusi yang digunakan dalam analisis perkembangan wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Magelang adalah resolusi spasial dan resolusi temporal. Resolusi spasial digunakan sebagai skala pemetaan, sedangkan resolusi temporal digunakan untuk mengetahui arah perkembangan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arah perkembangan Kota Magelang dan Kabupaten Magelang menggunakan citra penginderaan jauh multitemporal serta analisis perubahannya.

 

METODE PENELITIAN

Alat dan Bahan

  1. Citra Landsat ETM + tahun 2002 dan citra Landsat ETM + 2013 Kota Magelang dan Kabupaten Magelang
  2. Data titik pusat kegiatan, jalan utama, dan jalan non utama
  3. Laptop
  4. Software ArcGIS
  5. Software IDRISI

 

Tahapan Penelitian

  1. Tahapan pengolahan citra

Pada tahapan klasifikasi multispektral digunakan software ArcGIS dengan klasifikasi maximum likelihood. Klasifikasi ini menggunakan arela sampel atau region of interest (ROI) dalam proses klasifikasinya. Hasil klasifikasi ini kemudian dianalisis menggunakan software IDRISI untuk mengetahui lahan yang berubah serta luasannya. Dapat diketahui pula prediksi perubahan lahan pada tahun 2017 dengan menggunakan parameter titik pusat kegiatan, jalan utama, dan jalan non utama yang sebelumnya telah diolah dari data vektor ke data raster menggunakan ArcGIS.

  1. Tahapan Analisis

Analisis dilakukan dalam melihat perubahan lahan dan luasannya beserta prediksi perubahan (change prediction) penutup lahan di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Indikator dalam perkembangan suatu wilayah dapat dilihat pada pertumbuhan lahan terbangunnya. Bertambahnya lahan terbangun ini dapat mengindikasikan semakin banyaknya penduduk, semakin banyaknya pusat kegiatan dan pusat pelayanan yang merupakan parameter-parameter dalam perkembangan suatu wilayah.

Penelitian ini mengidentifikasi perkembangan suatu wilayah melalui data temporal. Data temporal yang digunakan berupa citra penginderaan jauh tahun 2002 dan tahun 2013. Analisis pertama adalah perubahan tutupan lahan pada tahun 2002 ke tahun 2013 yang ditunjukkan melalui gains dan loses yakni penambahan dan pengurangan lahan terbangun dan lahan non terbangun dari tahun 2002 ke tahun 2013 di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.

 

1. Gains dan Loses tahun 2002 dan 2013
Gains dan Loses tahun 2002 dan 2013

 

Berdasarkan gambar 1 dapat diketahui bahwa pada tahun 2002 Kota Magelang dan Kabupaten Magelang masih didominasi oleh lahan tidak terbangun (non terbangun). Fakta tersebut berhasil mengkonfirmasi bahwa terdapat perkembangan wilayah di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.

2. Perubahan tutupan lahan
Perubahan tutupan lahan

 

Gambar di atas menunjukkan perubahan tutupan lahan di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Kondisi ideal seharusnya tidak menunjukkan adanya perubahan lahan terbangun menjadi non terbangun. Hal tersebut hanya dapat terjadi ketika terjadi bencana, relokasi ataupun pembongkaran bangunan sengaja. Pada gambar tersebut tetap dapat ditemui adanya konversi lahan terbangun ke non terbangun dapat terjadi oleh kesalahan user dalam memproses citra.

3. Tren perkembangan lahan terbangun Kota Magelang dan Kabupaten Magelang
Tren perkembangan lahan terbangun Kota Magelang dan Kabupaten Magelang

 

Gambar 3 menunjukkan arah tren perkembangan lahan terbangun Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Semakin berwarna merah menunjukkan semakin berkembang lahannya. Melalui gambar tersebut dapat diketahui perkembangan yang paling intensif memusat di tengah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang hal ini dikarenakan pinggiran Kabupaten Magelang terdapat kondisi fisik yang menghambat pertumbuhan seperti Gunung Merapi di sisi tenggara, Gunung Merbabu di sisi timur, Gunung, dan Perbukitan Menoreh di sisi selatan.

Prediksi perkembangan lahan terbangun wilayah dapat diketahui melalui tren perkembangannya. Namun, perlu dilakukan penambahan parameter agar diketahui secara lebih pasti bentuk perkembangannya. Parameter yang digunakan pada penelitian ini diantaranya adalah pusat pertumbuhan dan jalan utama maupun jalan non utama.

4. Transisi parameter jalan utama
Transisi parameter jalan utama

 

Gambar di atas menunjukkan prediksi lokasi perkembangan lahan terbangun. Warna merah merupakan prediksi lokasi perkembangan lahan terbangun mengikuti jalan utama. Berwarna kuning menunjukkan kawasan dengan probabilitas penambahan lahan terbangun yang kecil. Warna hitam menunjukkan tidak ada perubahan dapat terjadi karena sudah ada lahan terbangun atau karena tidak ada kemungkinan pertambahan lahan terbangun.

 

5. Prediksi lahan terbangun tahun 2020
Prediksi lahan terbangun tahun 2020

 

Gambar 5 menunjukkan secara lebih detil lahan dimana terdapat kemungkinan penambahan lahan terbangun yaitu pada blok berwarna merah muda. Kawasan dengan warna putih menunjukkan lahan non terbangun dan belum ada kemungkinan adanya pertambahan lahan terbangun karena jauh dari aksesibilitas yang merupakan parameter yang digunakan dalam analisis ini.

 

Gambar 6 dan gambar 7 merupakan analisis lahan terbangun Kota Magelang dan Kabupaten Magelang berdasarkan titik-titik pusat pertumbuhan. Prediksi pertambahan lahan non terbangun di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang terkonsentrasi di sekitar pusat-pusat pertumbuhan.

Kota Magelang dan Kabupaten Magelang merupakan salah satu wilayah yang berkembang karena keadaan topografi yang memungkinkan untuk pertumbuhan. Sebagian besar wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Magelang merupakan kawasan cekungan karena dikelilingi oleh gunung-gunung. Kawasan cekungan ini biasanya subur sehingga sangat cocok untuk kegiatan pertanian. Namun, kawasan cekungan ini sangat potensial pula untuk dilakukan pengembangan permukiman, pusat perekonomian dan fasilitas karena topografinya yang landai.

 

KESIMPULAN

  1. Perkembangan lahan terbangun Kota Magelang dan Kabupaten Magelang pada tahun 2013 mengalami perkembangan cukup pesat.
  2. Prediksi lahan terbangun Kota Magelang dan Kabupaten Magelang pada beberapa tahun mendatang dapat dilakukan melalui analisis pusat kegiatan dan aksesibilitas seperti jalan utama.

 

 

Daftar Pustaka

Brunn, S. D., Hays-Mitchell, M., & Zeigler, D. J. (2012). Cities of the world : world regional urban development. United Kingdom: Rowman & Littlefield Publishers, Inc.

Yunus, H. S. (2010). Megapolitan (2nd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s