Sub-Aerial Deposition Coast!!

Aku termasuk orang yang tidak begitu menyukai pantai dan lautan. Suasananya yang panas biasanya secara langsung membuat tubuh merasa gerah. Walaupun begitu, tidak merubah kenyataan dimana sangat banyak orang yang memilih ke pantai untuk mengisi hari liburnya. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan pantai?

Pantai (shore) berbeda dengan pantai berpasir (beach). Pantai (shore) merupakan zona yang berada di antara daratan dan laut atau lautan yang biasanya dibatasi oleh garis surut terendah (shoreline) dan garis pasang tertinggi (coastline). Beach merupakan pantai dengan material pasir. Pantai yang tidak memiliki pasir tidak dapat disebut beach. Pantai tak berpasir emangnya ada?

mangrove4
Pantai berlumpur (http://sinauseni.files.wordpress.com/2010/02/mangrove4.jpg)

Pantai berlumpur merupakan salah satu contoh pantai dengan material bukan pasir. Selain itu masih ada pantai berbatu seperti di beberapa pantai di Kabupaten Gunungkidul yang biasanya memiliki banyak terumbu karang.

Sub-aerial deposition coast adalah istilah yang digunakan untuk jenis pantai yang memiliki lereng yang landai ditandai dengan intensifnya pengendapan material lumpur yang dibawa oleh sungai. Topografinya yang landai dan berada di tepi pantai membuat bentangan ini biasanya sangat identik dengan perkotaan. Kota-kota di dunia kebanyakan berkembang di pesisir dengan topografi yang landai (sub-aerial deposition coast) contohnya Jakarta, Semarang, Balikpapan, dsb. Selain itu, ajaibnya di bentangan ini banyak ditemukan jebakan-jebakan minyak bumi yang pastinya bernilai ekonomi tinggi untuk membangun satu perkotaan besar.

Semakin banyak manusia mulai membatasi tanah dan rumah mereka. Ada juga yang mencoba peruntungan untuk menambah kesejahteraan hidupnya dimulai dengan membangun penginapan kecil hingga akhirnya berkembang menjadi hotel dan apartemen. Bangunan-bangunan tinggi pun semakin menjamur tanpa arahan. Material penyusun lumpur yang didominasi oleh lempung itu awalnya sangat senang merasa dirinya digunakan untuk menopang kehidupan peradaban maju di dunia. Tapi apa daya, sifatnya yang menjerap air namun tidak mudah melepas membuat drainase perkotaan ini sangat buruk. Banjir hampir menjadi rutinitas bulanan yang harus dihadapi oleh penduduk kota. Belum lagi, si lempung suka mengembang-kerutkan dirinya dan membuat tanah amblas, bangunan retak, serta jembatan-jembatan bisa saja roboh dengan sendirinya. Tanah amblas dan permukaan air laut naik akibat  climate change, menjadi akar masalah dari masuknya air laut ke wilayah daratan. Masih dirasa kurang, pencemaran limbah cair, konflik kepemilikan lahan serta pertambakan yang tidak sehat menambah cerita lain di sub-aerial deposition coast.

Namun, tetap ada sosok disana yang haus akan orang-orang yang merindukannya.

Mangrove.

Mangrove merupakan ekosistem yang hanya dapat hidup di salinitas tinggi dan berlumpur. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang berfungsi sebagai penahan sedimen dari daratan agar tidak mengganggu ekosistem yang ada di bawah permukaan air laut. Mangrove juga menahan terjadinya abrasi pantai yang berlebihan serta mencegah terjadinya intrusi (masuknya air laut ke daratan). Sebagai ekosistem, mangrove menyediakan tempat terbaiknya untuk perkembangbiakan awal ikan-ikan mulai dari pemijahan dan tumbuh hingga sudah cukup kuat untuk dilepas ke lautan. Di situ terjadi pula rantai makanan yang menjaga keseimbangan ekologi.

Mangrove dengan berbagai macam spesiesnya mulai dari Avicennia, Sonneratia,Ryzophora (Bakau), Bruguiera, Nyfa fruticans, dsb aktif melakukan daur ulang oksigen dan berperan sebagai iklim mikro untuk sekitarnya. Menunjukkan baktinya untuk bumi, mangrove ikut ambil bagian dalam menyerap karbon yang ada di atmosfer. Dia juga menyerap limbah hasil pencemaran dari darat dan meredam ganasnya tsunami. Walaupun, mangrove ini akan mati pula saat pencemaran sudah berada di ambang batas tertinggi.

dappled-light-filters-through-a-mangrove-swamp-on-a-tropical-island-bcen1x
(http://l7.alamy.com/zooms/d6a58cd892a04587935e0bdaba0c4734/dappled-light-filters-through-a-mangrove-swamp-on-a-tropical-island-bcen1x.jpg)

Sebagai ekosistem, di sana biasanya telah terdapat masyarakat dengan berbagai kearifan lokal mereka dalam berhubungan dengan mangrove dan ekosistem pesisir lainnya. Suasananya sangat teduh, terhindar dari teriknya matahari dan ditemani oleh suara dedaunan yang diterpa angin. Persis seperti di hutan dan gunung! Tapi desiran ombak juga jelas terdengar dan sesekali ikan-ikan kecil muncul terlihat dari permukaan yang tidak dapat ditemukan di hutan maupun gunung manapun.

Jika beruntung, saat berjalan ke arah daratan, dapat pula ditemui ekosistem estuari yang sangat indah dengan pemandangan sungai yang lebar dan tenang.

46172628
Nusa Lembongan Estuary (http://static.panoramio.com/photos/large/46172628.jpg)

Aku ingin tinggal sesaat di sub-aerial deposition coast yang masih alami dan jauh dari kesan kekotaan, menyapa ekosistemnya, bercengkrama dengan masyarakatnya dan mempelajari arti kehidupan di sana. Hanya untuk sesaat saja, sebelum kehidupan disana diubah menjadi bangunan tinggi dan tumpukan uang milik manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s