Peta Prioritas Pengelolaan Jalan sebagian Jawa Tengah menggunakan Pendekatan Kuantitatif Berjenjang (SIG)

Pendekatan kuantitatif berjenjang merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam analisis GIS. Pendekatan kuantitatif berjenjang ini menggunakan skor dalam tiap parameternya sehingga parameter yang dianggap paling penting akan mendapatkan skor yang paling besar. Skor terbesar mendapatkan prioritas pertimbangan yang paling tinggi.

Peta prioritas pengelolaan jalan Jawa Tengah ini menggunakan beberapa parameter diantaranya kemiringan lereng, tekstur, drainase dan volume lalulintas. Skor ataupun nilai harkat yang paling besar adalah parameter dengan keadaan terburuk karena menunjukkan skala prioritas untuk pengelolaan jalan raya, diantaranya kemiringan lereng >45%, tekstur tanah yang sangat halus, drainase yang sangat lambat dan volume lalulintas >2000. Suatu jalan yang memiliki nilai harkat yang semakin tinggi akan mendapatkan prioritas terdahulu. Kemiringan lereng merupakan salah satu variabel yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kemiringannya, tingkat keselamatan penggunaan jalan semakin rendah sehingga semakin tinggi kemiringan akan mendapatkan prioritas yang lebih tinggi. Tekstur tanah yang halus akan mudah terdenudasi hingga mengakibatkan longsor. Tekstur tanah halus (untuk beberapa jenis tanah) dapat mengakibatkan jalan retak-retak. Drainase lambat akan menyebabkan genangan di sekitar jalan yang mningkatkan tingkat bahaya penggunaan jalan. Volume lalu lintas yang tinggi harus mendapat perhatian lebih karena lalu lintas dengan volume tinggi mengindikasikan pemakai jalan tersebut juga tinggi.

Model builder yang dapat digunakan sebagai penyederhana proses analisis dalam GIS dapat pula diterapkan dalam pendekatan kuantitatif berjenjang. Model builder ini memberikan kemudahan dalam mengawasi tiap langkah dalam proses pengolahan dalam SIG. Hasil yang dimunculkan pada software adalah hasil akhir, bukan hasil dari tiap tahap pemrosesan sehingga tidak memakan penyimpanan komputer berlebih dan tidak memunculkan banyak file (.shp) pada lembar kerja SIG. Hasil praktikum ini dapat dilihat pada hasil praktikum kedua. Melalui proses model builder ini dapat dihasilkan atribut peta seperti pada hasil praktikum ketiga (printscreen atribut tabel). Berbeda dengan perlakuan secara manual, calculate field harus dilakukan secara bertahap pada dialog atribut. Pendekatan kuantitatif berjenjang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi lainnya seperti pembuatan peta banjir, longsor, dan lain-lain. Hal yang harus diperhatikan adalah parameter-parameter yang dimasukkan setara dan sama-sama penting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s